Makalah Sejarah Pendidikan Islam

Latar Belakang

1. Pendidikan Islam di Masa Rasulullah (masa awal)

Nabi Muhammad membangkitkan kesadaran manusia terhadap pentingnya pengembangan bidang keilmuan atau pendidikan. Nabi Muhammad sebagai seoarang yang di angkat sebagai pengajar atau pendidik (mu’alim).

2. Masa Perkembangan Pendidikan Islam (Khulafaur Rasyidin)

Pada masa ini pendidikan islam adalah pembudayaan ajaran agama islam ke dalam lingkungan budaya bangsa-bangsa di sekitar jazirah arab, yang berlangsung bersamaan dan mengikuti berkembangnya wilayah kekuasaan Islam.Para sahabat dan Khulafaurrasyiddin adalah pelaku utama dalam proses pengenbangan pendidikan Islam masa ini, yang kemudian di gantikan oleh tabi’in.

3. Masa Kejayaan Pendidikan Islam (Umayyah dan Abasiyah)

Masa kejayaan ini ditandai dengan berkembang pesatnya kebudayaan islam secara mandiri. Dengan berkembangluasnya lembaga-lembaga pendidikan islam, madrasa-madrasah dan universitas-universitas yang merupakan pusat-pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan islam.

4. Masa Kemunduran Pendidikan Islam

Pendidikan Islam menurun setelah abad 13 M, dan terus melemah sampai abad ke 18 M. Kurikulum madrasa-madrasah pada umumnya terbatas pada ilmu-ilmu keagamaan, hanya sedikit gramatika dan bahasa sebagai alat yang di berikan.

5. Pembaharuan pendidikan Islam

Madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam lahir di Indonesia pada awal abad ke 20 sebagai bentuk evolusi dari model lembaga pendidikan Islam khususnya di Indonesia.

6. Masuk dan Berkembangnya Islam Pada Masa Permulaan di Indonesia

Sejarah membuktikan bahwa telah masuk ke Indonesia pada abad ke-7 M/I H. tetapi baru meluas pada abad ke 12 M.

Fachry Ali dan Bachtiar Efendy menguraikan ada 3 faktor utama yang mempercepat proses penyebaran Islam di Indonesia yaitu:

1. Ajaran Islam melaksanakan prinsip ketauhidan dalam sistem ketuhanannya.

2. Data lentur ajaran Islam, merupakan kondifikasi nilai-nilai yang universal.

3. Islam dianggap suatu institusi yang dominan.

Prof Mahmud Yunus menyebutkan faktor-faktor tersebar nya Islam pada masa permulaan yaitu :

a. tidak sempit dan berat aturan-aturannya

b. Sedikit tugas dan kewajiban Islam

c. Penyiaran secara berangsur-angsur

d. Penyiaran Islam dilakukan dengan cara kebijaksanaan dan cara yang baik.

e. Penyiaran dilakukan dengan perkataan yang mudah dimengerti

Sistem Pendidikan Langgar

seperti surau, langgar atau mesjid berkumpul sejumlah murid besar dan kecil duduk di lantai menghadapi guru belajar mengaji dikenal dengan Istilah halaqah

Sistem Pendidikan Pesantren

memiliki model-model pengajaran yang bersifat non-klasikal yaitu model sistem pendidikna dengan metode berpengajaran Wetonan (Halaqah) dan sorongan.

Pengertian Sejarah Pendidikan Islam

Kata sejarah secara etimologi dapat diungkapkan dalam bahasa Arab yaitu Tarikh, sirah atau ilmu tarikh, yang maknanya ketentuan masa atau waktu, sedang ilmu tarikh berarti ilmu yang mengandung atau yang membahas penyebutan peristiwa dan sebab-sebab terjadinya peristiwa tersebut. Dalam bahasa inggris sejarah dapat disebut dengan history yang berarti uraian secara tertib tentang kejadian-kejadian masa lampau (orderly descriphon of past even)

Adapun secara terminologi berarti sejumlah keadaan dan peristiwa yang terjadi di masa lampau dan benar-benar terjadi pada diri individu dan masyarakat sebagaimana benar-benar terjadi pada kenyataan-kenyataan alam dan manusia. Sedangkan pengertian yang lain sejarah juga mencakup perjalanan hidup manusia dalam mengisi perkembangan dunia dari masa ke masa karena sejarah mempunyai arti dan bernilai sehingga manusia dapat membuat sejarah sendiri dan sejarah pun membentuk manusia.

Sejarah adalah catatan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa lampau (events in the past). Dalam pengertian yang lebih seksama sejarah adalah kisah dan peristiwa masa lampau umat manusia.

Dengan demikian pengertian Sejarah Pendidikan Islam dapat di kemukakan :

Keterangan mengenai pertumbuhan dan perkembangan pendidikan islam, dari satu waktu ke waktu lain, sejak zaman lahirnya Islam dari sekarang.

Kemajuan peradaban dan kebudayaan Islam pada masa kejayaan sepanjang abad pertengahan, di mana peradaban dan kebudayaan Islam berhasil menguasai jazirah Arab, Asia Barat dan Eropa Timur, tidak dapat dilepaskan dari adanya sistem dan paradigma pendidikan yang dilaksanakan pada masa tersebut.

Cikal bakal pendidikan Islam dimulai ketika Umar, secara khusus, mengirimkan 'petugas khusus' ke berbagai wilayah Islam untuk menjadi nara sumber (baca; guru) bagi masyarakat Islam di wilayah-wilayah tersebut. Para 'petugas khusus' ini biasanya bermukim di masjid (mungkin semacam ta'mir pada masa sekarang) dan mengajarkan tentang Islam kepada masyarakat melalui halaqah-halaqah-majlis khusus untuk menpelajari agama dan terbuka untuk umum (Nasr, 1994).

Obyek

Obyek kajian sejarah pendidikan islam adalah fakta-fakta pendidikan islam berupa informasi tentang pertumbuhan dan perkembangan pendidikan islam baik formal, informal dan non formal. Dengan demikian akan diproleh apa yang disebut dengan sejarah serba objek hal ini sejalan dengan peranan agama islam sebagai agama dakwah penyeru kebaikan, pencegah kemungkaran, menuju kehidupan yang sejahtera lahir bathin secara material dan spiritual. Namun sebagai cabang dari ilmu pengetahuan, objek sejarah pendidikan islam umumnya tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan dalam objek-objek sejarah pendidikan, seperti mengenai sifat-sifat yang dimilikinya. Dengan kata lain, bersifat menjadi sejarah serba subjek.

Metode

Mengenai metode sejarah pendidikan islam, walaupun terdapat hal-hal yang sifatnya khusus, berlaku kaidah-kaidah yang ada dalam penulisan sejarah. Kebiasaan dari penelitian dan penulisan sejarah meliputi suatu perpaduan khusus keterampilan intelektual. Sejarahwan harus menguasai alat-alat analisis untuk menilai kebenaran materi-materi sebenarnya, dan perpaduan untuk mengumpulkan dan menafsirkan materi-materi tersebut kedalam kisah yang penuh makna, sebagai seorang ahli, sejarahwan harus mempunyai sesuatu kerangka berpikir kritis baik dalam mengkaji materi maupun dalam menggunakan sumber-sumbernya.

Dalam penggalian dan penulisan sejarah pendidikan islam ada beberapa metode yang dapat dipakai antaranya:

1. Metode Lisan dengan metode ini pelacakan suatu obyek sejarah dengan menggunakan interview.

2. Metode Observasi dalam hal ini obyek sejarah diamati secara langsung.

3. Metode Documenter dimana dengan metode ini berusaha mempelajari secara cermat dan mendalam segala catatan atau dokumen tertulis.

4. Metode lisan (interview) dengan metode ini pelacakan suatu objek sejarah dengan menggunakan interview.

5. Metode deskriptif dengan metode ini ditunjukan untuk menggambarkan adanya pendidikan Islam tersebut, maksudnya ajaran islam sebagai agama samawi yang dibawa Nabi Muhammad yang berhubungan dengan pendidikan diuraikan sebagaimana adanya dengan tujuan memahami makna yang terkandung dalam sejarah tersebut.

6. Metode komparatif merupakan metode yang berusaha membandingkan sebuah perkembangan pendidikan Islam dengan lembaga-lembaga Islam lainya.

7. Metode analisis sintetis metode ini dilakukan dengan melihat sosok pendidikan Islam secara kritis, ada analisis dan bahasan yang luas serta ada kesimpulan spesifik.

Dari banyak faktor yang menyebabkan gagalnya pendidikan, metode pembelajaran dan mentalitas pendidik memerlukan perhatian khusus. Sebagus apapun tujuan pendidikan, jika tidak didukung oleh dua faktor tersebut, yaitu metode yang tepat dan mentalitas pendidik yang baik, sangat sulit untuk dapat tercapai dengan baik. Sebuah metode akan mempengaruhi sampai tidaknya suatu informasi secara memuaskan atau tidak, bahkan sering disebutkan cara atau metode kadang lebih penting daripada materi itu sendiri. Oleh karena itu pemeliharaan metode pendidikan Islam harus dilakukan secara cermat disesuaikan dengan berbagai faktor terkait sehingga hasil pendidikan memuaskan.

Tujuan akhir pendidikan dalam Islam adalah proses pembentukan diri peserta didik (manusia) agar sesuai dengan fitrah keberadaannya (al-Attas, 1984). Hal ini meniscayakan adanya kebebasan gerak bagi setiap elemen dalam dunia pendidikan -terutama peserta didik-- untuk mengembangkan diri dan potensi yang dimilikinya secara maksimal. Pada masa kejayaan Islam, pendidikan telah mampu menjalankan perannya sebagai wadah pemberdayaan peserta didik, namun seiring dengan kemunduran dunia Islam, dunia pendidikan Islam pun turut mengalami kemunduran. Bahkan dalam paradigma pun terjadi pergeseran dari paradigma aktif-progresif menjadi pasid-defensif. Akibatnya, pendidikan Islam mengalami proses 'isolasi diri' dan termarginalkan dari lingkungan di mana ia berada.

Daftar Pustaka

Mansur, Mahfud Junaedi, Rekostruksi Sejarah pendidikan Islam di Indonesia, Departemen Agama RI: Jakarta, 2005.

Zuhairini, dkk, Sejarah Pendidikan Islam, Bumi Aksara :Jakarta,1997.

Imam Sutari, Sejarah pendidikan, Andi Offset :Yogyakarta,1983.

A. Mustafa, Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia, Bandung: CV Pustaka Setia,1999.

Enung K Rukiati, Sejarah Pendidikan Islam di indonesia, Bandung: CV Pustaka

Setia, 2006.

Arif sunarto, Metode Pembelajaran dan Mentalitas Pendidik, Jogjakarta :SuaraAkademika/vol.II/EdisiIII/Januari,2003.



Gunawan .Melacak paradigma pendidikan ilsam, jakarta: :SuaraAkademika/vol.V/EdisiIII/maret,2003.



copying from :https://docs.google.com/viewer?a=v&pid=gmail&attid=0.1&thid=134405c900488244&mt=application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document&url=https://mail.google.com/mail/?ui%3D2%26ik%3D8c62a18c64%26view%3Datt%26th%3D134405c900488244%26attid%3D0.1%26disp%3Dsafe%26zw&sig=AHIEtbRuSa9EHld_4i7x2FKNR2kKbVY23Q



▂ ▃ ▅ ▆ █ Artikel Terkait █ ▆ ▅ ▃ ▂

0 komentar:

Poskan Komentar

Sahabat